Sabtu, 08 Desember 2012

Laporan Hasil Observasi di SMK TRITECH Medan


Standart Data Observasi:
1.       Nama dan nim observer : Melva Safira (101301036)
2.       Kelas yang diobservasi : Kelas 2-2
3.    Mata pelajaran : Multimedia, dengan topik “Menggabungkan audio ke dalam sajian multimedia”
4.       Nama guru yang mengajar : Dira Urdi Permanan, ST
5.       Jumlah siswa dalam kelas : 21 orang
6.       Waktu dan durasi observasi : 11.40-12.15 (35menit)
7.       Media pembelajaran guru : Laptop dan LCD
8.       Media pembelajaran siswa : Laptop, headphone, CD-Room dan Flashdisk
9.    Situasi fisik kelas : Terdapat 2 AC yang tidak bisa hidup, 1 kipas yang lumayan besar (hidup), terdapat  banyak sisa kaca bangunan di sudut kelas, lampu yang digunakan adalah lampu panjang berwarna putih sebanyak 3 buah, LCD tv sebagai pengganti proyektor, ruangan berwarna putih, terdapat 1 ventilasi udara yang sangat kecil, jam dinding yang digantung diatas ventilasi, bangku yang diduduki pun berbeda jenis (ada yang bangku lipat dan ada bangku yang tempat duduknya ada bantalnya, jadi sedikit lebih empuk), dan pintu masuk berada di bagian belakang kelas sebelah kiri.
1.   Alat observasi : Alat tulis (pulpen,pensil dan penghapus), buku tulis dan handphone sebagai pengganti kamera.

Pada saat observasi, kelas sedang belajar bagaimana caranya menggabungkan audio ke dalam                      sajian multimedia. Dimana prakteknya, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah mengubah video atau lagu yang berbahasa inggris menjadi bahasa lain (dubbing).
Tabel yang digunakan sebagai panduan observasi:
Tabel 5.7 (kaitan antara belajar dengan peristiwa pembelajaran)
Deskripsi
Tahapan belajar
Kegiatan pembelajaran
Persiapan belajar
1.       Mengarahkan perhatian




2.       Ekspektasi


3.       Retrieval
Menarik perhatian siswa dengan menggunakan kejadian tidak seperti biasanya, pertanyaan atau perubahan stimulus

Memberitahu tujuan belajar kepada pemelajar

Merangsang ingatan atas belajar yang telah dipelajari sebelumnya


4.       Persepsi selektif atas ciri stimulus

5.       Penyandian semantic

6.       Retrieval dan respons

7.       Penguatan
Menyajikan stimulus dengan ciri yang berbeda

Memberikan bimbingan belajar

Memunculkan kinerja

Memberikan balikan informatif


8.       Pemberian petunjuk retrieval
9.       Generalisasi
Menilai perbuatan/kinerja

Memunculkan kinerja dengan contoh baru

Tabel diatas merupakan tabel yang saya gunakan sebagai panduan untuk melihat apa yang harus diperhatikan selama observasi berlangsung. Jadi jika dilihat berdasarkan tabel tersebut, yang hanya dilakukan oleh guru saat berlangsungnya observasi adalah:
·        Retrieval, dimana disini guru mencoba merangsang ingatan atas belajar yang telah dipelajari sebelumnya. Dari hasil observasi lapangan, guru di kelas tersebut mencoba merangsang ingatan siswa dengan pertanyaan seperti “Ayo gimana caranya? Kita sudah belajar itu dari minggu pertama loh, siapa yang tahu?”. Dengan memberikan pertanyaan seperti itu, siswa mulai mengingat-ingat kembali pelajaran yang sudah mereka pelajari.

·         Persepsi selektif atas ciri stimulus, dimana disini guru memberikan stimulus dengan cara yang berbeda, yang memungkinkan siswa untuk memasukkan stimulus tersebut secara temporer ke dalam ingatannya dan membuat siswa berpikir dan memiliki persepsi atas stimulus tersebut. Jika dilhat drai contoh lapangan, guru dibantu oleh laptop dan LCD untuk menampilkan sebuah video upin-ipin yang telah di dubbing dengan bahasa inggris, dan hal itu membuat siswa berpikir kira-kira bagaimana cara membuat video seperti itu.

·         Penyandian semantic, dimana dari hasil observasi, guru mecoba membimbing siswa dalam pembelajarannya.  Guru mencoba untuk membantu siswa dalam melakukan tugasnya agar yang dikerjakan tidak salah, dan meminta siswanya untuk menunjukkan kemampuannya atas apa yang telah ia mengerti dari proses belajar yang mereka dapat hari itu. Jadi diperlukan pula proses mengingat bagi siswa.

·         Retrieval dan respons, dimana disini guru mencoba menggunakan tahap retrieval yang memunculkan respon yang bisa memunculkan kinerja. Contoh yang saya sempat dengarkan dari guru adalah seperti  “Kamu coba ingat-ingat dulu bagaimana caranya, itu kan mudah saja, tinggal di copy dari software yang satunya lagi, lalu diapakan lagi? Ayo diingat coba, sekalian langsung di coba di laptopnya masing-masing.”  Dengan memberikan stimulus dengan perkataan seperti itu dapat merangsang siswa untuk langsung merespon dan memunculkan kinerja mereka.

·    Penguatan, dimana disini guru memberikan umpan balik atas apa yang telah dilakukan siswa. Dari hasil observasi, guru berjalan ke siswa-siswanya satu persatu dan melihat hasil kerja mereka, dan mencoba memberikan koreksi jika ada kesalahan, atau memberikan konfirmasi bahwa yang dikerjakan telah benar dengan harapan guru.
     
     Dikarenakan waktu observasi yang dimulai dari pukul 11.40 sedangkan kelas ini sudah dimulai dari jam 9.45, saya tidak bisa melihat apakah ada proses mengarahkan perhatian dan ekspektasi di awal mulainya kelas. Namun dari hasil wawancara singkat dengan guru yang mengajar, didapatkan informasi bahwa di setiap awal kelas pasti guru memang selalu mencoba menarik perhatian siswa dengan pertanyaan pertanyaan,  atau stimulus lainnya serta memberitahu tujuan belajar kepada pemelajar. Namun dikarenakan saya masuk kelas dan memulai observasi hampir di akhir kelas, saya tidak bisa melihat kedua proses tersebut. Sedangkan untuk proses pemberian petunjuk retrieval dan generalisasi tidak saya dapatkan berdasarkan hasil pengamatan observasi.
            
            Analisis hasil observasi
Untuk menganalisis data hasil observasi saya menggunakan tabel 5.5 mengenai asumsi tentang desain pembelajaran menurut Gagne yang bisa dilihat di halaman 196 pada buku “Learning and Instruction: Teori dan Aplikasi”, edisi keenam karangan Margaret E.Gredler. Saya hanya akan menjabarkannya, yaitu: 
Asumsi yang pertama, pembelajaran harus dirancang untuk memfasilitasi belajar siswa individual. Jadi walaupun sering dikelompokkan dalam proses belajarnya, belajar akan tetap terjadi di dalam diri seseorang. Dari data hasil observasi, kelas sebenarnya telah menerapkan asumsi ini. Dimana walaupun tugas mereka dilakukan secara perkelompok antara kelompok putra dan putri, dalam proses pekerjaan tugasnya masing-masing siswa tetap harus mencoba melakukan tugas pada laptop masing-masing sehingga bisa tetap mengerti dengan pelajarannya.

Asumsi yang kedua mengatakan bahwa baik itu tahapan jangka panjang maupun menengah harus dimasukkan dalam desain pembelajaran. Jadi ketika guru merencanakan pelajaran harian, pelajaran tersebut harus harus bedara dalam segmen unit yang lebih luas dan harus serasi. Dari hasil observasi, sebenarnya guru telah merancang pembelajarannya dengan baik dan memiliki keserasian antara hasil belajar minggu sebelumnya dengan belajar harian. Karena dari susunan materi yang sempat ditunjukkan oleh guru terlihat bahwa dari minggu pertama sampai minggu saat saya melakukan observasi memiliki kaitan satu sama lain dan merupakan lanjutan dari pelajaran yang lalu.

Asumsi ketiga, perencanakan pembelajaran tidak boleh sembarangan atau sekedar memberikan lingkungan yang mengasuh. Dari hasil observasi menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang diberikan guru terkesan bebas, dalam arti tidak ada peraturan penting untuk menjaga ketentraman kelas, sehingga siswa-siswa inipun terkesan tidak hormat dengan gurunya sehingga mereka malah ribut dengan teman-temannya. Hal seperti ini bisa melahirkan orang dewasa yang tidak baik.

Asumsi keempat, pembelajaran harus didesain menggunakan pendekatan sistem. Dari hasil observasi, guru telah menunjukkkan hal ini. Dimana guru telah menggunakan data, informasi, dan prinsip teoritis untuk melakukan perencanaan belajar.

Asumsi kelima, desain pembelajaran harus didasarkan pada cara manusia belajar, dari hasil observasi terlihat bahwa guru mencoba untuk membuat masing-masing siswa mengerjakan suatu tugas untuk melihat hal-hal apa yang berhasil dilakukan oleh siswa.
Jadi dari kelima asumsi tersebut, kelas yang saya observasi sebenarnya telah menerapkan hampir dari semua asumsi desain pembelajaran menurut Robert Gagne.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar